indon3sia.com

Saatnya Pensiun, Megawati-JK?

by indon on Jul.10, 2009, under politics

KEMENANGAN mutlak capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pilpres kali ini bukan saja menjadi tonggak sejarah, namun juga penjadi penentu karir politik Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla (JK). Inikah saatnya Megawati dan JK pensiun?

megawati-JK

Kemenangan (versi quick count) membuat SBY mencatatkan diri sebagai orang pertama di Indonesia yang dpilih rakyat dua periode berturut-turut, dengan pendamping wakil presiden yang berbeda. SBY juga dapat disebut sebagai sosok paling populer di tanah air.

Bagaimana dengan Megawati?

Ini kekalahan kedua yang diderita Ketua Umum DPP PDIP dari SBY, mantan bawahannya. Yang kali ini lebih tragis karena keok dalam satu putaran, sangat berbeda dengan pilpres sebelumnya yang berlangsung dua putaran.

Kekalahan ini mungkin merupakan sinyal bagi Megawati untuk mundur. Untuk Indonesia, kharisma sebagai penerus Soekarno tidak lagi ampuh untuk mengundang simpati. Masyarakat kini tidak lagi terlena oleh romantisme masa lalu. Masyarakat rupanya lebih yakin pada SBY, dan memercayainya untuk ‘melanjutkan’.

Pertanyaannya, jika Megawati mundur dari PDIP, siapa penggantinya?

Pengganti Megawati merupakan persoalan besar bagi PDIP yang selama ini mengidolakan Megawati. Salah satu solusi adalah mengorbitkan sosok yang mewarisi darah Soekarno. Misalnya Puan Maharani. Namun Puan masih terlalu belia di panggung politik Indonesia yang ganas.

Bagaimana dengan JK? Dalam debat capres jilid terakhir JK menegaskan dia akan pulang kampung jika gagal menjadi yang terbaik. Kepada media massa JK juga sudah mengatakan sudah saatnya Partai Golkar dipimpin oleh mereka yang berusia muda.

Jika JK memutuskan mundur, menurut saya pribadi itu merupakan langkah bijak. Dalam percaturan pilpres kali ini JK tampil dengan ciri khas yang mengundang simpati (dan juga senyum), karena gayanya yang spontan dan tidak terlalu formil. Sayang, sama seperti Megawati, mayoritas rakyat Indonesia menganggap gaya spontanitas JK tidak cocok untuk memimpin negeri ini. Rakyat lebih percaya pada sosok yang diyakini lebih pasti dan terencana.

Jika JK mundur, siapa yang bisa memimpin Golkar? Saya setuju jika yang dipilih adalah generasi muda (setidaknya yang berusia 40-an tahun). Sosok yang masih muda merupakan darah segar guna memulihkan nama Golkar yang setelah reformasi semakin terpuruk.

Golkar menanggung dosa warisan Orde Baru, yang hingga sekarang masih melekat dan sukar dilupakan. Satu-satunya cara memutus mata rantai ‘dosa warisan Orde Baru’ adalah membiarkan Beringin dipimpin oleh mereka yang masih muda, penuh ide segar, dan tidak terkontaminasi sejarah masa lalu.

Pertanyaannya, adakah kader Golkar yang memenuhi kriteria itu? Ataukah Golkar tetap dipimpin oleh mereka yang berusia lanjut?

(foto diambil dari inilah.com)

:, , , , ,
No comments for this entry yet...

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!