Ketika handphone merubah dunia…..
By indon
ilustrasi dari thumbs.dreamstime
LIMA belas tahun lalu, jika melihat seseorang berbicara sendiri di tepi jalan dengan tangan di telinga, atau berbicara sendiri di terminal atau bus, Anda pasti akan menganggap yang bicara sendiri itu gila.
Kini, pemandangan orang ‘bicara sendiri’ di tepi jalan, di bus, di terminal atau mall merupakan pemandangan biasa. Anda justru akan dinilai gila jika menganggap yang mereka lakukan adalah gila. Mereka yang terlihat seperti berbicara sendiri itu, seperti kita semua tahu, berbicara melalui handphone kepada seseorang entah di mana.
Handphone (HP) kini memang telah menjadi bagian dari kehidupan, dan dalam beberapa sisi, telah mempengaruhi kehidupan. HP telah memperkaya kosakata dalam percakapan sehari-hari. 15 tahun lalu banyak orang yang tak paham soal pulsa. Orang juga pasti akan mengerutkan kening jika kita bicara tentang missed call. Atau lowbat. Atau SMS.
Sekitar 10 tahun lalu, HP mulai menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Karena yang memiliki baru kalangan terbatas, kita kerap melihat pemandangan menggelikan, bagaimana orang dengan bangganya ber-HP-ria di depan umum. Atau sengaja bicara keras-keras supaya diliat orang kalau dia punya HP.
Kini, HP bukan lagi barang mewah. Semua pekerja kantoran dipastikan punya HP. Bahkan ada yang lebih dari 1. Sembilan dari 10 mahasiswa pasti punya HP (yang seorang itu tak punya HP karena HP-nya hilang). Pelajar SMA juga rata-rata telah punya HP. begitu juga siswa SMP bahkan SD.
Di beberapa tempat, aku kerap melihat sopir angkot yang punya HP. Penjual sayur di pasar juga punya HP. Aku juga pernah bernegosiasi dengan tukang bangunan yang ternyata punya HP.
Dulu, HP masih sederhana, dengan fitur terbatas seperti SMS (itupun sudah cukup untuk membunuh bisnis pager). Kemudian makin canggih dengan adanya fasilitas gambar dan video. Kini handphone makin smart karena bisa juga berfungsi layaknya komputer, sekaligus perekam gambar dan video yang kualitasnya makin bagus.
HP benar-benar telah merubah dunia, dan mempermudah kehidupan. Kendati ada juga yang menyalahgunakan.
Keberadaan HP ternyata memudahkan berbagai tindak kejahatan. Juga membuat orang yang ingin selingkuh bisa menjalankan aksinya dengan lebih leluasa.
Pada akhirnya, keberadaan HP (sama juga halnya dengan produk yang lain), tergantung bagaimana si pengguna. (*)



January 30th, 2009 at 6:40 pm
Teknologi memang harus membawa manusia dalam kemudahan.
setuju mas edi, walau kadangkala kecanggihan teknologi membuat hidup jadi kompleks… makasi telah berkunjung…
January 31st, 2009 at 2:08 pm
betul bos, henpon udh jd brang primer skrg mah’
bos thank 4 comment d blog sy yah’
hehee… sneng bgt gue bos ad yg mampir dblog gue..
betul, yud, henpon udah jadi kebutuhan…. makasi juga udah berkunjung balik….
February 1st, 2009 at 6:30 pm
pertama : thanks udah mampir ke blog saya
kedua : fiuh, hari gini sampe tukang becak pun nyetir becaknya dengan tangan kiri doank… gara2 yg kanan megang HP, hehehe…
hahaha…. asal bang becaknya gak nabrak ya? makasi telah mampir..