indon3sia.com

world

Obama kini Presiden AS, Tapi dia bukan malaekat…

by indon on Jan.20, 2009, under world

barack_obama
AKHIRNYA, Barrack Obama benar-benar mencetak sejarah. Dia resmi dilantik menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Dia orang kulit berwarna pertama yang dilantik, sekaligus orang ‘berdarah Indonesia’ pertama yang duduk di kursi tertinggi pemerintahan AS.

Sejumlah analis mengatakan, Obama dihadapkan pada berbagai tantangan serius. Ambruknya perekonomian salah satunya. Juga masalah pelik menyangkut penyerangan Israel ke Gaza Palestina. Obama, mau tidak mau harus mengemban tugas sebagai polisi dunia.

Tentu, sejuta harapan untuk Obama bukan hal yang keliru. Itulah resiko menjadi Presiden AS, pemegang kekuasaan tertinggi negara adidaya, yang keputusannya memiliki implikasi luas pada jutaan bahkan milyaran orang.

Banyak orang berharap pada ‘perubahan’, yang merupakan jargon Obama semasa kampanye. Perubahan yang dipercaya akan datang dan kini telah terwujud.

Namun jangan lupa. kendati Obama kini berkuasa, dia tetaplah manusia. Obama bukan malaekat yang bisa berbuat apa saja dan memuaskan keinginan semua orang.

Obama juga manusia. Yang mungkin saja bertindak salah.

Kita hanya bisa berharap, ‘kemanusiaan’ Obama secara kodrati tidak akan berdampak buruk pada kemanusiaan. Semoga…

Leave a Comment :, , , , , , more...

Gazza bukan Gaza (yang berdarah)

by indon on Jan.13, 2009, under world

PALESTINIAN-ISRAEL/
SEMASA remaja aku pernah terkagum-kagum pada sosok Gazza. Pesepakbola bernama asli Paul Gascoigne ini dikenal sebagai salah satu pemain tengah terbaik di Inggris. Bahkan kendati Inggris kini punya sederetan pemain tengah hebat semisal Steven Gerrard atau Frank Lampard, namun  Gazza masih menjadi figur yang kerap diperbincangkan.

Gazza kini entah bagaimana kabarnya. Media massa menyebut dia terlibat dalam berbagai kasus, terutama karena keterlibatannya pada minuman keras.

Kalau Gazza relatif terlupakan, beda halnya dengan Gaza, yang kini setiap hari muncul di media massa. Gaza adalah kawasan Palestina yang kini menjadi sasaran serangan Israel. Saat tulisan ini dibuat, korban akibat serangan Israel hampir mencapai seribu orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.

Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kutukan datang bertubi-tubi. Reaksi muncul dari berbagai pihak, dengan beragam gaya. Ada yang bersikeras ingin ‘berjihad’ dan menjadi relawan di Palestina, ada yang menyerukan agar produk Amerika dan Israel diboikot, ada yang membakar (dan menginjak) bendera Israel, dan masih banyak lagi.

Simpati untuk Palestina, tentu bisa dipahami.

Namun sejauh mana efektifitas berbagai aksi itu terhadap Palestina, atau dalam hal ini Gaza?

Jika di indonesia kita menginjak-injak bendera Israel, bagaimana dampaknya di Palestina? Tidak ada.

Karena itu, kendati secara prinsip setuju dengan berbagai tindakan pro Palestina ini, aku lebih menyukai aksi yang memberikan dampak signifikan. Seperti memberikan bantuan berupa transfer uang ke rekening tertentu, atau mengirimkan SMS yang uangnya dikirim ke Palestina.

Apa yang terjadi di Gaza adalah peristiwa memilukan. Dan seharusnya dikutuk. Namun kutukan saja tak akan memberi apa-apa.

Gaza, tentu saja beda dengan Gazza. Gazza bisa dilupakan karena tabiatnya yang buruk. Gaza, seharusnya tetap diingat. Bukan karena sentimen agama, tapi karena kita menjadi saksi bagaimana kebiadaban terjadi dengan alasan dendam. Dan sejarah.

1 Comment :, , , , , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!